Bukit Lawang

Bukit Lawang. Kamu ingin berwisata alam sekaligus melihat orang utan lebih dekat? Kamu perlu pergi ke Bukit Lawang yang ada di Gunung Leuser, Sumatra Utara. Di kawasan wisata ini, kamu bisa menyaksikan berbagai macam flora dan fauna Indonesia lebih dekat.

Bukit ini merupakan tujuan wisatawan karena pesona alamnya yang begitu menakjubkan. Banyak wisatawan dari luar negeri yang juga mengunjungi tempat wisata ini karena popularitasnya.

Kamu yang memang suka dengan pemandangan alam, tempat wisata ini adalah tempat yang sangat tepat. Apalagi di Bukit Lawang ini, kamu bisa menyaksikan satwa yang terancam akan punah, yakni orang utan.

Ya, orang utan ini merupakan salah satu satwa endemik yang hendak punah. Kamu bisa menyaksikan satwa bersama dengan koleksi flora fauna lainnya secara nyata di lokasi wisata ini.

Foto: Instagram/ @zulkarnain_ijonk

Alamat dan Rute Lokasi

Bukit ini masih menjadi bagian dari sebuah kawasan Taman Nasional bernama Gunung Leuser atau biasa disebut TNGL. Lebih tepatnya bukit ini terletak di Desa Bahorok yang masuk dalam Kecamatan Langkat.

Untuk menuju ke tempat wisata ini, kamu harus menggunakan kendaraan pribadi jika ingin perjalanan wisata kamu lebih efisien. Karena tidak ada transportasi umum yang langsung tersedia mengantarkan kamu ke sini.

Pada tahun 2018, pemerintah meniadakan bus umum untuk beroperasi ke lokasi wisata dan diganti dengan angkot yang lebih kecil hingga hari ini. Angkot tersebut menempuh rute ke Bukit Lawang setiap 15 menit sekali.

Jika kamu tidak ingin menunggu, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi dan umumnya perjalanan akan menghabiskan waktu selama 3 jam.

Kalau kamu tetap ingin menggunakan kendaraan umum, maka kamu bisa berangkat dari pusat kota Medan menuju terminal Pinang Baris. Di terminal ini, kamu hanya perlu menunggu bus mini berwarna orange yang akan beroperasi ke Bukit Lawang. Tarif per orang biasanya adalah Rp35.000

Setelah naik transportasi ini, kamu bisa turun di terminal bus Gotong Royong, sebuah desa yang hanya berjarak 5 menit dari Bukit Lawang. Dari sini, kamu bisa naik becak untuk bisa menuju ke lokasi.

Jam Buka

Terletak di Kecamatan Langkat, tempat wisata ini tidak mempunyai jam operasional. Kamu dan wisatawan lainnya bebas lho untuk berkunjung ke tempat wisata ini tanpa terpaku dengan jam berkunjung.

Baik kamu ingin datang saat pagi hari ataupun malam hari, kawasan wisata ini buka selama 24 jam!

 

Harga Tiket Masuk Bukit Lawang

Untuk bisa menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh pengelola wisata Bukit Lawang, wisatawan hanya dikenakan tarif Rp5.000 saja.

Dengan tiket masuk semurah ini, kamu bisa menyaksikan berbagai satwa liar, tumbuhan langka, hunting foto dan bersantai sambil menikmati pemandangan indah yang ada.

Kalau kamu mau outbound di Bukit Lawang, ada 3 opsi yang bisa kamu pilih yakni, rafting, jungle trekking dan river tubing. Kamu bisa membayar tiket tambahan untuk jenis outbound yang dipilih.

 

Sejarah dan Mitos

Penasaran dengan deskripsi sejarah dan mitos berdirinya kawasan wisata Bukit Lawang ini? Awalnya, bukit ini merupakan sebuah desa kecil dan menjadi tempat paling terkenal untuk menyaksikan orang utan.

Sekitar tahun 1973, ada sebuah organisasi dari negara Swiss yang ingin mendirikan sebuah pusat rehabilitasi untuk satwa liar di Bukit Lawang, khususnya orang utan. Pendirian balai ini bertujuan untuk melindungi orang utan dan menjadikannya lebih terampil dalam bertahan hidup.

Dari pendirian balai inilah, kemudian muncul sebuah program konservasi dan akhirnya banyak wisatawan yang menemukan jalan lain menuju ke Bukit Lawang untuk menyaksikan aktivitas orang utan di hutan.

Sayangnya, pada tahun 2003, terjadi banjir hebat di kawasan bukit ini dan menewaskan setidaknya ratusan orang. Kawasan ini kemudian menjadi angker dan banyak mitos yang mengatakan bahwa sering ada jeritan di wisata ini.

 

Aktivitas Menarik

Terlepas dari mitos Bukit Lawang, tempat wisata ini mempunyai beragam aktivitas yang sangat menyenangkan untuk dicoba, di antaranya adalah:

1.     Melihat Orang Utan dan Satwa Liar di Bukit Lawang

Bukit Lawang
Foto: Instagram/ @simonskfoto

Bukit Lawang adalah wisata yang paling terkenal dengan pemandangan orang utan dan satwa liarnya. Dahulu, wisatawan bahkan bisa memberi makan langsung pada orang utan. Namun, sejak Februari 2016, aktivitas pemberian makan pada orang utan telah dihentikan.

Bagi kamu yang ingin menjelajahi setiap sudut wisata yang ada, maka selalu ikuti petugas untuk menjamin keselamatan kamu, orang utan dan satwa liar lainnya.

Setiap orang yang berencana melakukan perjalanan ke hutan diminta untuk menahan diri dari kontak fisik dengan orang utan. Terlalu dekat dengan orang utan meningkatkan risiko penularan penyakit dan infeksi virus, yang membahayakan peluang orang utan untuk bertahan hidup.

2.     Melihat Langsung Tumbuhan Langka

Jika kamu ingin melakukan perjalanan selama beberapa hari, pastikan kamu dalam keadaan bugar karena kawasan wisata ini mempunyai kelembaban tanah yang tinggi dan perbukitannya yang miring serta landai.

Nah, selain bisa menyaksikan orang utan dan satwa liar, di bukit pula kamu bisa menyaksikan beragam tumbuhan langka.

Kamu akan menyusuri hutan dan perkebunan dan dapat menyelami keanekaragaman hayati di Bukit Lawang. Banyak sekali tumbuhan langka yang bisa kamu temukan jika berkunjung ke wisata Bukit Lawang. 

3.     Rafting di Bukit Lawang

Bukit Lawang
Foto: Instagram/ @visitbukitlawang

Merupakan aktivitas mengarungi Sungai Wampu hingga jembatan Sungai Bahorok dengan menggunakan perahu dan dayung di wisata ini.

Rafting di Bukit Lawang sangat mengasyikkan, apalagi jika kamu datang bersama rombongan teman-teman. Sungai di Bukit Lawang sendiri sangat jernih sehingga cocok untuk dijadikan tempat bermain arung jeram.

Dalam perjalanan rafting di sini, kamu akan menelusuri pedesaan yang indah, menyaksikan aktivitas para petani yang menanam berbagai tanaman.

4.     River Tubing di Bukit Lawang

Foto: Instagram/ @visitbukitlawang

Kalau kamu suka bermain dengan air, kamu bisa mencoba river tubing pula di sini. River tubing adalah aktivitas menggunakan ban dalam untuk mengapung di sungai. Tabung dapat disewa di berbagai kios sepanjang desa.

Kamu bisa membayar sekitar Rp20.000 per satu kali sewa tubing, sementara biaya melakukan river tubingnya adalah Rp100.000 per orang. Kalau kamu mau river tubing, pastikan kamu harus hati-hati di atas air karena terkadang arusnya kuat.

5.     Jungle Trekking

Foto: Instagram/ @bukitlawang_update

Jungle trekking atau trekking hutan adalah aktivitas utama yang banyak dilakukan karena tempat ini merupakan pintu gerbang ke Taman Nasional Gunung Leuser. Untuk menjelajahi hutan di Bukit Lawang, kamu harus menyewa pemandu karena hutannya mudah membuat wisatawan tersesat.

Jungle trekking juga membutuhkan izin dari kantor pemandu Taman Nasional Gunung Leuser. Ada banyak sekali pemandu yang bagus dan dapat diandalkan untuk kamu sewa.

Kamu bisa mengenal beberapa dari pemandu, mengobrol, menentukan pilihan dan mempersiapkan untuk petualangan yang hebat. Pada umumnya, satu pemandu akan membimbing maksimal 10 orang dalam satu kali trekking.

 

Fasilitas dalam Wisata

Beberapa fasilitas yang tersedia Bukit Lawang sangatlah lengkap dan memadai, di antaranya adalah:

  • Restoran
  • Penginapan
  • Gazebo
  • Mushola
  • Toilet
  • Tempat parkir
Foto: Instagram/ @visitbukitlawang

Kalau kamu adalah pecinta wisata alam yang suka mengamati flora dan fauna langka, maka Bukit Lawang ini adalah tempat wisata yang sangat tepat untuk kamu kunjungi.

Buat kamu yang datang saat malam hari dan bingung ingin menginap di mana, tenang saja! Di kawasan wisata ini, ada berbagai tempat penginapan yang bisa untuk kamu manfaatkan.

Tinggalkan komentar