Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala. Jakarta tidak hanya memiliki berbagai macam gedung pencakar langit yang menawan. Ada sebuah museum di Jakarta yang mempunyai berbagai macam koleksi barang-barang sejarah yang menarik untuk kamu kunjungi, namanya Museum Satria Mandala.

Museum Satria Mandala merupakan wisata sejarah di Jakarta yang mengoleksi aneka benda dan atribut yang digunakan oleh para prajurit Indonesia ketika berperang melawan penjajah. Selain itu, ada beberapa dokumentasi tentang bagaimana prajurit Indonesia ini berjuang melawan penjajah.

Bingung menemukan wisata edukasi dan sejarah bersama keluarga? Museum Satria Mandala merupakan destinasi yang cocok untuk kamu kunjungi. Banyak sekali cerita-cerita sejarah yang mengedukasi anak ketika menyaksikan berbagai koleksi di museum ini.

Museum Satria Mandala
Foto: Instagram/ @endangherawati2008

Lokasi

Jakarta memang penuh dengan bangunan-bangunan bersejarah, dan Museum Satria Mandala ini adalah salah satu bangunan yang memiliki saksi sejarah bagaimana perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan bangsa ini.

Museum ini bisa kamu temukan di kawasan Jalan Gatot Subroto nomor 14, Kelurahan Kuningan Barat. Kawasan ini terletak di Kecamatan Mampang, tepatnya di  Kota Jakarta Selatan.

Kalau kamu menggunakan transportasi umum untuk bepergian ke Museum Satria Mandala, maka kamu bisa memanfaatkan bus dengan rute B21, P55 ataupun jurusan Ciawi-Tanah Abang.

 

Jam Buka

Kemudian, Museum Satria Mandala buka setiap hari, yakni Senin hingga Minggu. Kamu bisa mengajak anak-anak untuk berkunjung ke museum ini pada hari apapun.

Kalau untuk jam bukanya, Museum Satria Mandala mempunyai jam operasional dari pukul 09.00 hingga 14.30. Saran buat kamu yang ingin sekali mengunjungi museum ini, datanglah saat pagi hari agar efektif menelusuri seluruh ruangan di dalam museum, mengingat jam bukanya yang tidak sampai sore.

 

Harga Tiket Masuk Museum Satria Mandala

Selanjutnya, harga tiket masuk untuk menjelajahi Museum Satria Mandala terbilang sangat murah. Sekalipun museum ini terletak di Jakarta, tentu tidak membuat tiket masuk ke wisata sejarah satu ini jadi mahal, ya!

Kamu yang seorang pelajar atau mahasiswa, tiket masuk ke museum ini hanya Rp2.500 saja per anak. Sementara untuk pengunjung umum, maka harga tiket masuknya yakni Rp4.000.

 

Sejarah Museum Satria Mandala

Membicarakan sejarah mengenai Museum Satria Mandala memang sama halnya menguak bagaimana perlawanan para pejuang bangsa Indonesia pada masa itu. Di museum ini, ada banyak sekali koleksi tentang perjuangan bangsa Indonesia.

Lalu, untuk mengenang bagaimana para prajurit Indonesia mempertahankan negara ini, maka pada tahun 1968, seorang ketua cabang sejarah TNI yang bernama Nugroho Notosusanto mendirikan sebuah museum.

Bangunan ini ia rancang untuk memperlihatkan pada dunia tentang bagaimana TNI berjuang melawan penjajah. Kala itu, belum ada satupun museum di Indonesia yang menunjukkan gambaran sejarah masa lalu tentang peran militer secara utuh dalam membasmi penjajah.

Kebanyakan museum di Indonesia terlalu fokus pada perjuangan TNI di bidangnya masing-masing, seperti Museum Angkatan Laut di Surabaya, Museum Angkatan Darat di Yogyakarta dan sebagainya.

Nah, kehadiran Museum Satria Mandala ini ingin menjadi cermin perjuangan TNI secara keseluruhan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Pada awal museum ini dibangun, para militer memohon kepada presiden kala itu, yakni Soeharto agar menggunakan istana presiden untuk menjadi bagian dari tempat museum ini berdiri. Sayang, Soeharto tidak mengizinkan penggunaan Istana Negara untuk dibangun museum.

Presiden kemudian memberikan gedung bernama Wisma Yaso untuk menjadi tempat pembangunan museum. Wisma Yaso ini dahulunya adalah milik Ratna Dewi Sari, mantan istri presiden pertama Indonesia.

Selanjutnya, museum ini pada awalnya merupakan sebuah rumah dengan konsep ala jepang dan secara resmi menjadi sebuah museum pada tanggal 5 Oktober 1972, bertepatan dengan Hari Tentara.

 

Koleksi yang Ada di Museum Satria Mandala

Ada banyak sekali koleksi yang tersedia di Museum Satria Mandala. Beberapa koleksi yang diabadikan di Museum Satria Mandala sendiri adalah:

1.     Ruang Diorama

Foto: Instagram/ @5tin9_r

Bangunan pertama yang bisa pengunjung saksikan setibanya di museum ini adalah ruang diorama. Kamu bisa menyaksikan ruangan ini lantai utama museum. Beberapa koleksi yang tersimpan rapih di ruang diorama sendiri adalah:

  • Benda-benda dan diorama perjuangan di masa proklamasi.
  • Diorama Palagan Ambarawa.
  • Benda-benda yang menjadi awal pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) beserta dioramanya.
  • Benda-benda yang menjadi saksi peristiwa Bandung Lautan Api beserta dioramanya.
  • Benda yang menjadi alat para rakyat Indonesia di Pertempuran Surabaya dan dioramanya.

 

Setidaknya ada 74 buah diorama di dalam ruangan ini dengan dua macam bahasa yakni Indonesia dan Inggris. Hampir di setiap diorama terdapat informasi lengkap mengenai sejarah dan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia.

Semua diorama yang hadir di ruangan ini dibuat oleh Edhi Sunarso, lulusan Akademi Seni Rupa Indonesia dan seorang seniman pahat dari Salatiga.

2.     Ruang Koleksi Jenderal Khusus

Foto: Instagram/ @yogatbjaya

Selanjutnya, ada ruangan khusus yang berisi koleksi dari 4 jenderal besar di Indonesia yakni:

  • Jenderal Urip Soemohardjo
  • Jenderal A.H. Nasution
  • Jenderal Sudirman
  • Jenderal Soeharto

Dalam ruangan ini, ada berbagai barang yang menjadi saksi perjuangan 4 jenderal tertinggi Indonesia ini dalam mengusir penjajah. Tandu yang membawa Jenderal Sudirman saat sakit parah di perang Agresi Militer II juga disimpan di ruangan ini.

Kemudian mulai dari tandu, foto, buku hingga barang lainnya tentang 4 jenderal besar Indonesia bisa pengunjung temukan di ruang koleksi jenderal khusus. Setidaknya, beberapa koleksi yang bisa kamu lihat jika datang ke ruangan khusus ini adalah:

  • Replika yang terbuat dari mantel.
  • Peta yang menggambarkan situasi perang gerilya dan rute yang harus dilalui untuk berperang.
  • Berbagai jenis perabotan milik jenderal seperti, kursi, rak dan meja tulis.
  • Kursi miliki Jenderal Sudirman.
  • Buku-buku koleksi miliki Jenderal AH Nasution.
  • Seragam TNI semua jenderal yang disusun rapi.

3.     Koleksi Pesawat

Foto: Instagram/ @kuliholy_reavano

Selanjutnya, ada berbagai macam jenis pesawat pun juga bisa kamu temukan di sini. Para prajurit TNI yang dahulunya memakai pesawat tersebut untuk berperang. Bahkan, ada pesawat dengan lapis baja yang digunakan ketika melakukan operasi Seroja di Timor Leste, pesawat untuk membasmi hama dan untuk penghijauan.

Lalu, ada pesawat tempur yang dinamakan Mustang dengan desainnya yang unik untuk mengebom. Lalu ada pesawat bernama Seulawah, hadiah dari rakyat Aceh. Seulawah adalah pesawat pertama milik Indonesia yang mengangkut penumpang, dan masih banyak lagi koleksi pesawat lainnya di museum ini.

4.     Koleksi Senjata

Museum Satria Mandala
Foto: Instagram/ @hotmanmalau11

Museum ini juga menyimpan berbagai macam senjata. Para prajurit TNI yang dahulunya memakai senjata tersebut untuk berperang. Berikut macamnya:

  • Bambu runcing
  • Meriam yang digunakan untuk menangkis adanya serangan dari udara
  • Bom molotov
  • Alat untuk melontarkan granat
  • Roket
  • Pistol
  • Torpedo MK 1 dalam kapal selam
  • Granat gombyok
  • Mortar

 

Fasilitas dalam Wisata

Kemudian, di museum ini kamu tidak hanya bisa menyaksikan berbagai koleksi benda bersejarah, namun pengelola juga telah menyediakan berbagai macam fasilitas yang bisa kamu nikmati seperti:

  • Ruang pameran koleksi
  • Spot foto
  • Perpustakaan anak
  • Gedung Serbaguna
  • Kantin
  • Toilet
  • Area parkir
  • Mushola
  • Kios cinderamata

 

Mengajak anak berwisata ke Museum Satria Mandala saat libur sekolah sepertinya adalah kegiatan yang sangat bagus untuk kamu coba. Anak-anak bisa belajar banyak mengenai sejarah bangsa Indonesia di masa lalu melalui berbagai macam benda yang menjadi koleksi di museum ini.

Tinggalkan komentar