Museum Wayang

Museum Wayang. Wayang merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia. Museum merupakan tempat untuk melestarikan keberadaannya. Oleh karena itu, Indonesia memiliki beberapa museum yang didedikasikan khusus untuk mengoleksi wayang. Salah satu museum tersebut adalah Museum Wayang Jakarta.

Mengunjungi museum memiliki beragam manfaat. Selain sebagai sarana hiburan, museum juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Mengunjungi museum bisa menjadi alternatif liburan bagi kamu dan keluarga. Apalagi di Museum Wayang Jakarta akan terdapat banyak koleksi langka benda-benda terkait wayang.

Museum wayang
Foto: Instagram/ @raynimassardi

Alamat dan Lokasi

Museum Wayang Jakarta berada di Jalan Pintu Besar Utara nomor 27. Museum ini berada di area Kota Tua Jakarta Barat dan masih masuk ke dalam deretan beberapa bangunan tua yang ada di Taman Fatahilah. Lokasi museum ini sangat dekat dengan monument Museum Kota Tua.

Jika kamu berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, kamu bisa menaiki bus Damri jurusan Mangga 2 Square dan turun di Kota Tua. Sementara jika kamu berangkat dari Cawang bisa ke museum ini lewat rute DI Panjaitan, Gedong Panjang, Roa Malaka Utara, Kalibesar Barat, Kalibesar Timur hingga di Kota Tua.

Sementara dari arah Monas, kamu hanya perlu berjalan ke arah Medan Merdeka Barat, Majapahit, Gajah Mada, Pintu Besar Selatan dan Utara kemudian sampai di kawasan Kota Tua. Jika kamu berangkat dari Stasiun Tanah Abang, maka kamu bisa naik Mikrolet 08 saja menuju Kota Tua.

 

Jam Buka Museum Wayang Jakarta

Jika kamu tertarik untuk mengunjungi Museum Wayang Jakarta, kamu bisa mengunjungi museum ini setiap hari dalam seminggu kecuali di hari Senin. Untuk hari-hari kerja lainnya, museum ini buka dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore.

Sementara pada hari weekend yaitu Sabtu dan Minggu, museum buka dari pukul 9 pagi dan tutup pukul 8 malam.

 

Harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke dalam area museum harga yang kamu bayarkan sangatlah terjangkau yakni hanya Rp5.000 saja. Harga ini berlaku baik bagi pengunjung lokal ataupun mancanegara. Harga tiket masuk juga tetap sama baik di hari libur atau weekend dan hari kerja.

 

Sejarah Museum Wayang

Foto: Instagram/ @dorainkaa

Bangunan museum ini dulunya adalah gereja tua yang dibangun pada tahun 1640 oleh pemerintahan Hindia Belanda yang waktu itu menjajah Indonesia. Dari sejak awal pembangunannya, museum ini telah mengalami kerusakan beberapa kali karena tertimpa bencana alam berupa gempa bumi.

Kemudian sampai pada tahun 1936, lembaga independen menjadikan bangunan gereja tua ini

bangunan gereja tua ini kemudian oleh lembaga independen dijadikan sebagai monument yang berfokus di bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu fisika, biologi, arkeologi dan seni.

Bangunan ini kemudian diberi nama sebagai Museum Batavia dan dibuka oleh Gubernur Jenderal Belanda terakhir pada tanggal 22 Desember 1939. Karena dulunya merupakan bangunan gereja, terdapat beberapa prasasti bertuliskan nama-nama gubernur Hindia Belanda yang dimakamkan di halaman museum.

Museum Wayang Jakarta secara resmi dibuka oleh Bapak Ali Sadikin, Gubernur Jakarta di tanggal 13 Agustus 1975. Pembukaan museum ini ditandai dengan perubahan lokasi bangunan yang awalnya berada di bagian timur Museum Fatahilah kemudian berpindah ke bagian barat.

Meski termasuk ke dalam bangunan tua, museum ini tidak tampak suram sama sekali karena sudah direnovasi di beberapa bagiannya. Bangunan museum ini juga melebar ke beberapa gedung di sekitarnya. Kini, bangunan gedung sudah tampak semakin modern dan dilengkapi lift untuk mobilisasi kaum difabel.

 

Apa Saja Koleksi yang Ada di Museum?

Museum ini menyimpan setidaknya lebih dari lima ribu wayang beserta artefak-artefak seni lainnya. Isi museum ini tidak hanya berasal dari dalam negeri namun juga mancanegara.

Museum Wayang
Foto: Instagram/ @arthada12

1. Wayang Kulit Betawi

Wayang kulit Betawi menjadi salah satu koleksi utama yang ada di bangunan Museum Wayang. Para pengunjung bisa menyaksikan wayang kulit khas Betawi dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Gatot Kaca dan juga Hanoman.

Hanoman sendiri adalah tokoh protagonis di dalam cerita Ramayana yang dianggap sebagai dewa oleh kepercayaan agama Hindu. Sementara Gatot Kaca merupakan tokoh Mahabarata dalam kepercayaan masyarakat Hindu. Tokoh-tokoh ini merupakan tokoh pewayangan yang sangat terkenal.

2. Wayang Kulit Palembang

Selain menyimpan koleksi wayang kulit dari daerah di Pulau Jawa, Museum Wayang Jakarta ternyata juga menyimpan koleksi dari pewayangan kulit Palembang. Lakon Baladewa adalah wayang kulit Palembang yang disimpan pada museum ini. Baladewa sendiri merupakan saudara dari Prabu Kresna.

Selain wayang kulit dari cerita Hindu, museum ini juga memiliki koleksi wayang dari tokoh terkenal Indonesia seperti Si Pitung dan Soekarno.

Foto: Instagram/ @riniokthavia

3. Wayang Kulit Surakarta di Museum Wayang Jakarta

Museum ini juga menyimpan koleksi pewayangan dari lakon Bima Sena. Bima Sena sendiri termasuk ke dalam tokoh sentral yang ada dalam cerita pewayangan Mahabarata. Bima Sena adalah salah satu tokoh Pandawa kuat dan merupakan putra dari Kunti. Sifatnya yang kasar cukup menggetarkan para musuhnya.

4. Lukisan dan Boneka dari Luar Negeri

Perpustakaan museum tidak hanya menyimpan wayang kulit namun juga beberapa koleksi lukisan dan boneka dari luar negeri. Koleksi lukisan dan boneka luar negeri yang dipajang di museum ini berasal dari beberapa negara seperti Thailand, Cina, Malaysia, Belanda, Kamboja, India, Suriname dan Vietnam.

Foto: Instagram/ @soffi_fadhilah

5. Teater Wayang dan Workshop

Selain menampilkan koleksi-koleksi artefak terkait wayang dan kebudayaan yang sangat berharga, museum ini juga secara rutin menampilkan pertunjukan teater wayang. Selain pertunjukkan teater wayang, para pengunjung juga akan dimanjakan oleh workshop.

Workshop ini akan menampilkan proses pembuatan wayang secara berkala untuk menambah pengetahuan pengunjung mengenai proses pembuatan wayang.

 

Fasilitas dalam Wisata

1. Toko Aksesoris di Museum Wayang

Bagi kamu yang ingin membawa pulang oleh-oleh cinderamata dari Museum Wayang, kamu bisa membelinya di museum ini khususnya di toko cinderamata yang terletak sebelum pintu keluar museum. Toko cinderamata ini menjual berbagai pajangan bertema wayang golek serta wayang kulit.

Selain itu, ada pula yang menjual aksesoris berupa gantungan kunci dengan pembatas buku bertemakan wayang kulit.

2. Toilet

Museum Wayang Jakarta juga menyediakan fasilitas berupa toilet bagi para pengunjung yang sedang berada di area museum. Tidak perlu khawatir mengenai kebersihannya karena pengelola memastikan toilet dalam kondisi bersih setiap hari.

3. Tempat Makan

Di dalam area museum memang tidak terdapat penjual makanan, namun jika kamu melangkahkan kaki keluar museum, maka ada banyak penjual makanan yang bisa kamu beli dagangannya jika lapar. Pilihan makanan pun sangat beragam seperti makanan tradisional khas Betawi hingga tempat makan modern.

 

Tips Berlibur di Museum Wayang

Jika kamu ingin mengambil gambar koleksi wayang kulit yang ada di museum ini, pastikan kamu sudah mengisi daya baterai HP ataupun kamera sampai penuh. Ada banyak koleksi yang layak untuk kamu abadikan di sini.

Gunakan pakaian yang sopan saat mengunjungi tempat ini ya. Sebaiknya pakai pakaian di bawah lutut dan berlengan.

Museum Wayang Jakarta adalah opsi liburan menyenangkan sekaligus edukatif bagi kamu dan keluarga. Selain itu, museum ini juga menjadi pilihan sekolah membawa murid-muridnya dalam kegiatan study tour.

Tinggalkan komentar