Rawa Pening

Rawa Pening. Salah satu tempat wisata air di Indonesia yang cukup terkenal dan banyak wisatawan lokal yang datang adalah Rawa Pening. Lokasi tempat wisata air ini berlokasi di wilayah Semarang, tepatnya berada di area pegunungan segar dan alami Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran.

Sampai saat ini, sudah ada banyak foto-foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan keindahan dari spot wisata danau alami ini. Luas danau ini berkisar 2.670 hektar dan menjadi habitat alami bagi berbagai jenis ikan air tawar. Selain itu, ada banyak tanaman eceng gondok yang tumbuh di areal danau.

Rawa Pening
Foto: Instagram/ @anggarawepe

Alamat dan Lokasi

Rawa Pening masuk ke dalam wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Jalan Lingkar Selatan km 3 Ambarawa. Danau Pening diapit oleh Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu yang membuat suasana di sekitar danau sangat segar dan sejuk.

Ada banyak spot foto yang Instagramable di Rawa Pening dengan latar belakang barisan gunung Ungaran dan Merbabu. Lokasi Danau Pening sangat strategis karena tidak jauh dari jalan raya. Ada banyak petunjuk arah yang tersedia di sepanjang jalan menuju Danau Pening.

Kamu bisa mencapai Rawa Pening melalui Jalan Raya Salatiga-Ambarawa. Selanjutnya masuk ke Jalan Lingkar Ambarawa dan belok ketika bertemu jalan kecil dengan aspal. Kamu hanya perlu jalan lurus saja di jalan kecil ini hingga bertemu Danau Pening. Dari Salatiga, jarak yang ditempuh sekitar 7 km saja.

Sementara jika dari kota Semarang, kamu bisa lewat Jalan Tol Ungaran-Bawen dan memakan waktu 30 menit saja. Sementara jika dari Ambarawa, jarak yang kamu tempuh hanya 6 km saja.

Jam Buka Rawa Pening

Kamu bisa mengunjungi Rawa Pening setiap hari dari pukul 07.00 sampai pukul 16.00.

 

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk sangat terjangkau yakni hanya Rp10.000 saja di hari biasa. Sementara pada hari libur biaya tiket sebesar Rp15.000. Harga ini berlaku baik untuk wisatawan dewasa dan anak-anak.

 

Sejarah dan Mitos Rawa Pening

Rawa Pening
Foto: Instagram/ @ig_nusantara

Keberadaan Rawa Pening sebagai salah satu spot wisata menarik di Jawa Tengah juga menyimpan legenda yang cukup menarik untuk disimak. Cerita Rawa Pening berasal dari ornamen gunung, anak kecil dan naga yang dibangun di Bukit Cinta.

1. Awal Mula Kelahiran Baru Klinting

Legenda Rawa Pening singkat menceritakan tentang seorang wanita bernama Endang Sawitri dari Desa Ngasem yang baru saja melahirkan anak. Namun, anak yang ia lahirkan tidak berwujud manusia pada umumnya dan justru berbentuk naga.

Bayi berbentuk naga tersebut dapat berbicara seperti manusia. Endang Sawitri kemudian menamai anak yang baru ia lahirkan ini dengan nama Baru Klinting. Baru Klinting kemudian tumbuh menjadi sesosok remaja yang sehat.

Saat berusia remaja, Baru Klinting kemudian bertanya kepada ibunya mengenai sosok ayahnya. Endang Sawitri lantas menjelaskan kepada anaknya bahwa sang ayah adalah Ki Hajar Salokantara yang tengah bertapa di Gunung Telomoyo.

Karena keinginan kuat Baru Klinting untuk bertemu sang ayah, ibunya pun mengizinkan sang anak pergi ke tempat pertapaan ayahnya. Endang Sawitri kemudian memberikan klintingan kepada Baru Klinting yang merupakan barang peninggalan Ki Hajar Salokantara.

Saat Baru Klinting bertemu dengan sang ayah, ia menyerahkan klintingan sebagai bukti bahwa ia adalah anak Ki Hajar Salokantara. Sang ayah belum percaya dan meminta Baru Klinting memberikan satu bukti yakni memintanya melingkari Gunung Telomoyo.

Baru Klinting pun mampu melaksanakan perintah sang ayah dan membuktikan bahwa ia benar anaknya. Sang ayah lantas memerintahkan anaknya untuk bertapa di lereng gunung. Baru Klinting pun kemudian bertapa di lereng gunung.

2. Kejahatan Penduduk Desa

Suatu waktu, masyarakat Desa Pathok yang sedang mencari hewan buruan kemudian menemukan seekor naga besar sedang bertapa di lereng gunung. Mereka kemudian membunuh sang naga dan memotong dagingnya untuk dijadikan santapan pesta.

Jelmaan Baru Klinting yang hadir dalam bentuk sosok anak kecil mendatangi pesta untuk meminta makanan. Namun masyarakat desa malah mengusir anak tersebut karena jijik dengan penampilannya. Jelmaan Baru Klinting yang sedih kemudian pergi dan bertemu seorang janda yang baik hati.

Janda tua tersebut membawa sang anak ke rumahnya untuk diberikan makanan. Saat akan meninggalkan rumah janda tua baik tersebut, Baru Klinting menitipkan pesan agar janda tersebut segera menyiapkan lesung saat gemuruh terdengar.

3. Terjadi Banjir Besar

Jelmaan Baru Klinting kemudian pergi ke pesta kembali untuk meminta makanan. Namun, masyarakat desa tetap mengusir anak tersebut. Baru Klinting lanta menantang masyarakat desa untuk mencabut lidi yang ia tancapkan di tanah.

Masyarakat satu persatu mencoba mencabut lidi yang ditancapkan Baru Klinting namun tidak ada satupun yang berhasil. Baru Klinting kemudian mencabut sendiri lidi yang ditancapkan. Sesaat setelah dicabut, aliran air deras keluar dari dalam tanah hingga menggenangi desa dan merubahnya menjadi rawa.

Hanya janda tua saja yang berhasil selamat dari bencana banjir. Desa yang kini berubah menjadi rawa digenangi oleh air yang sangat bening sehingga dikenal dengan sebutan Rawa Pening.

 

Obyek Menarik di Rawa Pening

Rawa Pening memang menghadirkan berbagai hal yang menjadi daya tarik tempat wisata ini sebagai berikut:

1. Menikmati Pemandangan Alam

Rawa Pening
Foto: Instagram/ @lety.lieza

Daya tarik utama yang ditawarkan oleh Rawa Pening adalah tempat wisata yang damai dan tentram. Di sini, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam danau yang terbentang luas dan dikelilingi oleh lahan-lahan pertanian hijau. Belum lagi suasana sejuk karena berada di kawasan pegunungan akan kamu rasakan.

2. Rumah Makan Apung di Rawa Pening

Foto: Instagram/ @kampoengrawa.ambarawa

Salah satu keunikan dari destinasi wisata Rawa Pening adalah keberadaan rumah makan apung yang terletak di atas air. Jika ingin menikmati santapan di sini, kamu harus menyewa rakit khusus. Namun, semua perjuangan tersebut akan terbayar sesampainya kamu di restoran.

3. Gembok Cinta di Rawa Pening

Rawa Pening
Foto: Instagram/ @riaskian_andi

Pengelola tempat liburan ini pun juga menyiapkan berbagai spot asyik yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya adalah spot gembok cinta. Tempat ini sangat pas untuk kamu jadikan tempat berfoto ria. Selain itu kamu juga bisa bersantai menikmati indahnya pemandangan di sini.

 

Fasilitas dalam Wisata

Pengelola menyediakan fasilitas berupa mushola, gazebo, rumah makan dan areal parkir. Tersedia areal parkir yang disiapkan oleh pengelola wisata bagi para pengunjung. Ukuran areal parkir juga cukup luas untuk menampung kendaraan motor dan mobil wisatawan.

Tidak perlu khawatir mengenai keamanan areal parkir karena petugas khusus selalu menjaganya. Jika kamu membawa kendaraan pribadi dan memarkirkan kendaraanmu di areal wisata maka kamu harus membayar retribusi sebesar Rp3.000 untuk kendaraan motor dan Rp5.000 untuk kendaraan mobil.

 

Tips Berlibur

  1. Sebaiknya berkunjung di pagi ataupun sore hari mengingat cuaca pada siang hari terlampau terik.
  2. Siapkan peralatan mancing jika kamu ingin hobi memancing ikan.
  3. Persiapkan kamera yang terbaik.

Selain dimanfaatkan sebagai tempat wisata, dari dahulu masyarakat sekitar juga memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan dengan berburu ikan. Jika kamu ingin menikmati suasana alami dan tenang jauh dari perkotaan, maka danau ini bisa menjadi pilihan terbaik.

Tinggalkan komentar