Rowo Bayu

Rowo Bayu. Apakah sebelumnya kamu pernah mendengar mengenai tempat wisata Rowo Bayu? Rowo Bayu adalah tempat wisata yang bersejarah dan berada di Banyuwangi. Selain itu, Rowo Bayu juga merupakan tempat ibadah umat Hindu yang juga terkenal dengan cerita sejarahnya.

Rowo Bayu adalah tempat wisata alam berupa rawa dengan keindahan alam yang unik. Dalam bahasa Jawa, Rowo bisa artinya adalah rawa dan Bayu merupakan nama desa. Rowo Bayu berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, tempat ini juga terkenal dengan berbagai mitos serta misteri yang angker. Walaupun begitu, banyak pengunjung yang tetap mendatangi Rowo Bayu untuk menikmati pemandangannya.

 

Lokasi dan Rute

Terletak di Dusun Sembung Rejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Untuk mencapai Rowo Bayu terdapat beberapa rute yang bisa kamu lalui, karena Kecamatan Songgon terletak tidak jauh dengan pusat kota Banyuwangi.

Bagi kamu yang berangkat dari Kecamatan Genteng maka selanjutnya perlu mengikuti Jalan Hasyim Ashari, lalu ke arah pasar hewan Genteng sampai menemukan Stasiun Temuguruh. Dari Stasiun Temuguruh, kamu akan menemukan Pasar Gendoh.

Selanjutnya, setelah melewati pasar kamu akan melihat pertigaan jalan dan ambil belok kiri ke Jalan Aruji Karta Winata. Dari jalan ini, lokasi Rowo Bayu sudah tidak terlalu jauh dan kamu bisa menanyakannya pada warga setempat untuk menuju ke tempat ini.

Untuk kamu yang berangkat dari Kota Banyuwangi rute jalan yang lebih mudah untuk kamu lalui. Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang ada untuk mencapai Kecamatan Songgon.

Tetapi, jika kamu masih merasa kesulitan kamu dapat memanfaatkan titik koordinat yang dapat terhubung dengan GPS menggunakan Google Maps. Kamu bisa mencapai tempat wisata dengan mudah sesuai dengan rute yang diberikan oleh aplikasi.

Jam Buka

Hingga saat ini tidak ada jam buka khusus untuk memasuki kawasan Rowo Bayu. Namun, biasanya banyak pengunjung yang datang di sore hari saat cuaca tidak terlalu panas. Perlu kamu ketahui bahwa jarang ada pengunjung yang datang ketika malam hari, karena tempat yang sepi.

Harga Tiket Masuk

Rowo Bayu bisa menjadi alternatif liburan bagi kamu yang memiliki budget terbatas. Untuk memasuki lokasi wisata Rowo Bayu, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya atau gratis. Sehingga, siapa saja bisa memasuki kawasan Rowo Bayu ini .

Sejarah Rowo Bayu

Deskripsi Rawa Bayu yaitu tempat petilasan yang sakral dengan keadaan yang tenang untuk masyarakat Banyuwangi. Sejarah yang dikenal yang itu pertempuran antara Kerajaan Blambangan dengan Belanda pada tanggal 18 Desember 1771.

Walaupun adipati atau pati raja memiliki kesaktian, namun perang antara pasukan Belanda dengan Kerajaan Blambangan tidak dapat terelakkan lagi. Tekad rakyat yang kuat mengiringi pertempuran yang sangat sengit.

Pertempuran ini menewaskan banyak orang, termasuk tentara Belanda dan prajurit Kerajaan Blambangan. Selain itu, dalam pertempuran ini Pangeran Jagapati serta komandan VOC Schaar yang merupakan pimpinan dari kedua belah pihak gugur dalam perang.

Pada tanggal tersebut Banyuwangi lahir dan menjadi awal mula berdirinya Banyuwangi. Oleh karena itu, tanggal ini menjadi hari jadi Banyuwangi dan masyarakat akan melakukan festival untuk merayakannya.

Masyarakat sekitar selalu mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti istighosah atau syukuran di sekitar kawasan Rowo Bayu dalam rangka mengenang peristiwa tersebut. Berdasarkan sejarah, orang yang bertempat tinggal di Cemoro Sampek Bayu melakukan sebuah ritual.

Ritual yang dilakukan yaitu menyembelih kambing dan memotong bagian kepala dan kaki untuk diceburkan ke dalam Rawa Bayu. Di Rowo Bayu pernah terdapat sebuah kejadian yaitu anak kecil yang kecelakaan sampai tewas karena mandi di Rowo Bayu.

Teman-teman korban berusaha untuk menolong dengan menyelam sampai akhirnya menemukan mayat korban di dalam lumpur.

Selain itu, Nyai Resek terkenal sebagai sosok yang menjaga kawasan Rawa Bayu. Nyai Resek memiliki wajah yang cantik rupawan serta bijaksana. Prajurit-prajurit dan perempuan-perempuan cantik selalu mengelilingi Nyai Resek untuk menjaganya.

Obyek 

  1.   Candi Puncak Angklung Macan Putih

Rowo Bayu
Foto: Instagram/ @venturelucky

Candi Puncak Angklung Macan Putih adalah tempat yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para leluhur. Para leluhur yang dimaksud adalah leluhur yang menjaga Rawa Bayu.

Di Candi Puncak Angklung Macan Putih, Prabu Tawang Alun bertemu dengan sosok macan putih. Tempat ini mengeluarkan energi positif karena merupakan tempat para leluhur berada. Selain itu, tempat ini juga merupakan gerbang gaib untuk menuju ke alas Purwo Banyuwangi.

  1.   Petilasan Prabu Tawang Alun di Rowo Bayu

 

Situs Petilasan Pertapaan Prabu Tawang Alun ini dipercaya sebagai tempat pertapaan Prabu Tawang Alun. Tepatnya, setelah Prabu Tawang Alun menyerahkan tahta kepada adiknya Mas Wilabrata sebagai Raja Blambangan.

Hal tersebut dilakukan oleh Prabu Tawang Alun demi menjaga kedamaian serta ketentraman kerajaan. Kejadian tersebut terjadi karena saudara-saudara Prabu Tawang Alun merasa iri kepada dirinya setelah menggantikan sang ayah, Pangeran Kedawung.

Tempat ini merupakan tempat yang sakral untuk umat Hindu. Umat Hindu menggunakan tempat ini untuk sembahyang serta bersemedi. Selain itu, tempat ini juga dilengkapi dengan tempat bersuci yang diperuntukkan bagi wisatawan yang akan sembahyang.

Sebelum kamu memasuki daerah petilasan Prabu Tawang Alun, kamu harus membersihkan diri terlebih dulu di mata air kamulyan. Pengunjung juga tidak boleh meminum air tersebut menggunakan tangan.

Hal tersebut agar air tidak terkontaminasi dengan kotoran yang ada di tangan. Sehingga, untuk meminum air yang turun langsung dari sumber mata air adalah meminumnya secara langsung.

  1.   Sendang Keramat Rowo Bayu

Di sekitar Petilasan Prabu Tawang Alun, kamu akan melihat tiga sumber mata air yang selalu mengalir menuju Rawa Bayu. Ketiga sumber mata air tersebut yaitu Sumber Wigangga, Sumber kamulyan, dan Sumber Kaputren.

Sendang keramat ini sangat terkenal dengan khasiatnya di kalangan masyarakat. Banyak orang yang percaya bahwa sendang mempunyai khasiat yang menyembuhkan. Mata Air Keputren juga dipercaya sebagai tempat pemandian para bidadari dan airnya bisa mencegah penuaan.

Salah satu cerita yang cukup mengerikan adalah mengenai sumber mata air Dewi Gangga. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, banyak pengunjung yang mengalami kerasukan.

Sebelum kamu memasuki daerah sendang, kamu perlu melewati pohon besar yang terlihat sebagai penjaga kawasan tersebut. Terdapat kejadian bahwa orang lewat yang memiliki niat buruk akan melihat sosok besar dengan api pada rambutnya.

Tips Berlibur

Tempat wisata Rowo Bayu memang tidak terlalu ramai seperti tempat wisata lainnya. Sehingga, tempat wisata ini sangat cocok dikunjungi oleh orang-orang yang memerlukan relaksasi.

Saat kamu berkunjung ke sini, kamu harus bisa menjaga kesopanan dan mematuhi setiap aturan yang ada. Jangan sampai melanggar aturan yang akan membuat warga sekitar menjadi kurang nyaman.

Tempat ini sangat cocok sebagai tempat liburan untuk relaksasi dan wisata spiritual. Jangan lupa untuk mengabadikan berbagai momen saat berkunjung ke tempat yang memiliki banyak sejarah ini. Keindahan alam di Rowo Bayu sangat indah untuk diabadikan.

 

Bagi kamu yang ingin berlibur ke kawasan ini sebaiknya hindari pergi saat musim hujan. Karena, dikhawatirkan jalan menuju tempat wisata rawa menjadi licin. Rowo Bayu cocok bagi kamu yang memiliki jiwa petualang dan menyukai wisata alam yang menyuguhkan pemandangan indah.

Tinggalkan komentar